Wednesday, July 18, 2012

Jiwa Berduri


Jiwa manusia adalah bekas (tempat) menerima sesuatu sama ada fujur 
(kejahatan ) atau takwa (kebaikan)
Rasulullah SAW bersabda maksudnya  : 
“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah 
tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal 
darah tersebut rosak maka akan rosak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah 
segumpal darah tersebut adalah hati.” 
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hati  itu  adalah  konduktor  yang  menggerakkan  tubuh  untuk   melakukan 
perbuatan-perbuatannya, jika hati tersebut adalah  hati bersih (baik) maka 
seluruh tubuhnya akan tergerak untuk mengerjakan hal-hal yang baik, ada
pun jika hatinya adalah kotor (buruk) dan kita benci orang lain tahu apa yang 
ada pada hati kita itu  sebenarnya  perkara  dosa yang dibenci oleh Allah SWT. 
Maka  tentunya  juga  akan membawa tubuh  melakukan  hal-hal  yang buruk. 
Hati adalah perkara  utama untuk memperbaiki akhlak manusia. Jika seseorang 
ingin memperbaiki dirinya maka hendaklah ia memperbaiki dahulu hatinya.

Kotoran apalagi najis itu  tidak  semestinya terdapat  pada pakaian dan  tubuh 
ada secara  zahir. Terlebih yang utama kita harus menjaga  hati  agar  selalu 
bersih dari kotoran apa lagi najis. Selagi hati masih tercemar dengan sifat-sifat 
yang keji maka cahaya ilmu yang bermanfaat kepada agama menjadi tidak 
dapat menerangi hati itu.

Ketika hati bersih maka Nur (cahaya) Illahi akan meneranginya. Oleh kerananya 
perlu membersihkan dan menjaga hati daripada sifat-sifat yang keji dan tercela 
dan sebaliknya menghias diri dengan akhlak yang terpuji.

Orang mukmin akan menjaga hatinya supaya  jangan  terlintas  sesuatu  yang 
boleh mendatangkan dosa seperti hasad  dengki, iri hati,  ujub,  sombong dan 
takbur.  Penyakit-penyakit  hati  yang  lain  adalah  seperti  sifat tamak haloba 
kepada harta dunia, cinta dunia, suka marah dan berprasangka buruk kepada 
orang lain.
  
Mengapa tidak kita  juga pertingkatkan amal soleh kita  dan  memperbaiki akhlak 
yang  baik  yang  akan  menghiasi  perbuatan  dan  percakapan kita. Tidak keluar 
sesuatu  daripada  mulut  kita  melainkan yang baik dan bermanfaat untuk orang 
lain dan tidak ada perbuatan dan amalan kita melainkan amal soleh, amal kebaikan 
dan amal yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. 

Begitu juga tidak terlintas di dalam hati dan jiwa kita melainkan sesuatu yang baik, 
ikhlas dan jujur. Segala bentuk prasangka buruk, was-was dan hasad dengki akan
kita buangkan sejauh-jauhnya dari hati dan jiwa kita. 

Allah SWT berfirman maksudnya: " Sesungguhnya beruntunglah yang mensucikan 
jiwa itu. Dan merugilah orang yang mengotorinya " (Surah asy Syams ayat 9-10).

Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa dan mendapat 
rahmat-Nya di dunia dan akhirat.

No comments:

Post a Comment